Menghimpun Rasa

Rasa ini menghimpun lagi
Saat ku pikir sudah mati
Ruas hati merisak arah
Sekata trista dalam rasa
Hingga gigit nadi lukai raga

Getih mengalir
Rembi menyalir

Saksi bisu cinta semu

Seandainya saja
 
Engkau mengerti tuai pintaku
Adakah nyata ini
Dusta pada cinta kita?

Mata saksikanlah olehmu
 
Dirinya yang terhujam perih
Di penghabisan kisah
Dan bayangmu hanya harapan mati

Makarmu memudar
Hingga ragaku tertidur abadi
Dalam perih

Adakah semua ini siasia?
Cinta
 

@elmira

Kairo,
14 Februari 2010 [11:34]

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR